Posts

Literasi: Kedai Kopi

   Malam itu hujan sangat deras, petir bergemuruh seakan langit akan runtuh, kilat menambah kesan mencekam. Dengan erat aku memegang gagang payung, aku berjalan tergesa-gesa hingga beberapa kali aku tersandung kerikil, aku tak peduli yang aku pikirkan hanyalah sampai ke rumah lalu bergelung ke dalam selimut, sungguh malam ini sangat dingin.    Sesekali aku berhenti untuk menanti angkutan umum, namun sayang tak ada satupun yang lewat. Yang benar saja aku harus berjalan kaki ditengah sepinya jalan? bagaimana jika tiba-tiba ada hantu atau makhluk astral yang menampakkan dirinya? huh mungkin aku akan pingsan mendadak. Aku menajamkan penglihatan mataku, apakah aku salah liat? bukan, bukan hantu, aku melihat kedai kopi di seberang jalan, dengan lampunya yang masih menyala terang, aroma kopinya seperti menghipnotisku untuk datang, oh Tuhan terima kasih atas pertolonganmu setidaknya aku bisa menghangatkan diriku sambil menunggu hujan reda di kedai kopi itu.    Ki...

Literasi: Cerita di balik Obor Asian Games

  Hai teman-teman! Sebentar lagi Asian Games akan dimulai! Nah, ada cerita menarik di balik Obor Asian Games yang akan dikirab ke 54 kota yang ada di Indonesia. Penasaran? yuk baca blog ini :)   Obor Asian Games dari New Delhi, India akan dibawa ke sumber api di desa Manggarmas, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobongan, yaitu Api Abadi Mrapen. Setelah itu, obor di bawa ke Candi Prambanan untuk diresmikan oleh Wakil Presiden, Jusuf Kalla.   Api Abadi ini sudah ada pada tahun 1500-1518 M. Saat itu kerajaan Majapahit ditaklukkan oleh Kesultanan Demak Bintoro yang dipimpin oleh Sunan Kalijaga. Pada suatu hari Sunan Kalijaga bersama romobongannya ingin kembali pulang ke kesultanan Demak , hingga pada pertengahan jalan mereka beristirahat. Sunan Kalijaga menancapkan tongkatnya ke Tanah untuk mendapatkan air, namun yang keluar bukanlah air melainkan api.   Penamaan Mrapen sendiri berasal dari kata "Prapen" yang artinya perapian. Api Abadi Mrapen juga merupakan fenomena ...

Literasi: Our Hero Agus Salim

   Hi all! welcome back to my blog :) I will tell you a little about one of the heroes who have come from Indonesia! Who is he? Agus Salim!! maybe many don't know him, so let's find out who he is :)   Agus Salim was born with the name Mashudul Haq, which means "defender of truth". He was born in Kota Gadang, Agam West Sumatra, Dutch East Indies on October 8, 1884. He was the fourth child of Sultan Muhammad Salim and Siti Zainab, his father was a chief prosecutor in the Riau High Court.   Agus Salim mastered 7 foreign languages. He left for Jeddah, Saudi Arabia in 1906 working as a translator at the Dutch consulate. Coming home from Jeddah he founded HIS (Holland Indlandsche School).   He entered journalism in 1915 in Neratja Daily as editor II. Finally he was appointed editor in chief. In the same year he joined the Sarekat Islam (SI) and became the second leader after H. O.S Tjokroaminoto.   He was involved and became a member of PPKI preparing f...